Setelah menempuh perjalanan udara selama kurang lebih tujuh jam, akhirnya jet Aidan mendarat di bandara Heathrow. Di London jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Noah sudah tampak fit dan tak mengeluh lagi, karena sebelum tidur tadi ia dipaksa kembali mengkonsumsi obat pereda nyeri sakit gigi. Tampaknya obat tersebut sudah bereaksi jadi Noah sudah kembali ceria. "Papa, Noah lapar," adu Noah pada Aidan. Tangannya bergerak mengelus perut yang mulai terasa perih. Mereka kini sedang bersiap-siap untuk turun dari jet, Noah pun sudah dalam gendongan Aidan. sedangkan Liana baru saja keluar dari kamar mereka. Aidan menggeleng-gelengkan kepalanya, padahal dua jam yang lalu Noah baru selesai makan. "Iya, nanti kita mampir ke restoran dulu." Noah tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Papa ya

