Kania menghela napas berat, pilihannya berhenti dari dunia model sejak kepindahannya dari London menuju Ohio kini sedikit ia sesali. Uang yang Aidan berikan memanglah masih banyak, dan ia juga butuh pekerjaan, karena berdiam diri tak melakukan sesuatu membuatnya bosan dan bersedih teringat dirinya hanya sebatang kara. Sungguh menyedihkan nasibnya sekarang. Untuk menghilangkan kesedihannya, Kania melamar pekerjaan di salah satu restoran yang lumayan terkenal di kota ini. Sejak kemarin ia telah mulai bekerja, menjadi asisten koki membuatnya sedikit kewalahan. Apa-apa harus bertindak cepat, mengambil ini dan itu. Lagi-lagi Kania menghela napas berat, pikirannya melayang-layang pada kejadian beberapa tahun lalu. Karirnya sebagai model bersinar dengan cerah, memiliki adik yang penurut dan men

