Arkana mampir tidak lama, setelah sarapan mereka mengobrol dan pemuda itu langsung pamit pulang dengan alasan ia ingin membuka cafenya. Karena jam sudah menunjukkan pukul Sembilan pagi. Liana membuka pintu ruangan bermain Noah yang berada di rumah. Kedatangan Liana membuat Noah dan Aidan sama-sama terkejut. "Keluarlah, ada yang ingin aku bicarakan padamu," ujar Liana menatap Aidan. Aidan menurunkan Noah dari pundaknya. "Tunggu dulu ya." Noah mengangguk mengiyakan. Liana berjalan keluar lebih dulu dan diikuti Aidan setelahnya. Mereka tiba di halaman depan rumah. Liana membalikkan tubuhnya, wanita itu menatap Aidan dengan datar dan serius. Suatu ekspresi yang sangat jarang Aidan lihat. "Mau bicara apa?" tanya Aidan to the point. Liana melipat kedua tangannya di d**a. "Aku rasa kamu ja

