30. Dukungan Liana

1118 Kata

Jam sudah menunjukkan hampir pukul empat sore, bahkan mereka melewatkan makan siang. Liana menatap langit-langit kamar dengan perasaan campur aduk. Ia mengumpati dirinya dalam hati kenapa bisa ia terbuai dengan rayuan Aidan tadi? Astaga, mereka kembali melakukannya setelah sekian lama. Kini Liana tidak tahu harus bersikap seperti apa di depan Aidan. Sekarang lelaki itu tertidur, dan ia bisa sedikit menghela napas lega karena tak harus menahan malu di depan Aidan. Liana mengubah posisinya menjadi miring, ia mengamati wajah Aidan dalam diam. Di wajah tampan itu sudah terlihat sedikit kerutan di dahi. Padahal usia Aidan masih dua puluh sembilan tahun, apa ada banyak hal yang memenuhi pikiran pria itu hingga kerutan samar sudah ada di dahi lelaki itu? Secara refleks Liana mengulurkan tangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN