Dean meremas gelas wine di tangannya. Rahangnya mengeras usai mendengar penuturan Alexander, sekretarisnya. Kania. Wanita itu mengkhianatinya, di basement sudah ada orang suruhan Aidan beserta dua orang polisi. “Ayo keluar Tuan, masih ada waktu,” desak Alexander pada Dean yang tak kunjung beranjak dari posisi duduknya. Dean menatap Alexander lalu terkekeh, “Cari keberadaan Kania dan adiknya Nicholas, aku yakin ia sudah kabur. Kali ini aku akan menghadapinya, pergi sekarang Alex!” titah Dean. Alexander tampak ragu, tapi sudah tidak ada waktu lagi. “Baik, Tuan.” Alexander mengayunkan kakinya keluar dari apartemen meninggalkan Dean yang penuh akan kemarahan. “Lihat saja nanti Kania, kau akan menyesal b***h!” Tok… tok… tok… Dean melirik pintu yang diketuk beberapa kali kemudian mendeng

