32. Ada Batasan

1244 Kata

Noah mengerjapkan matanya beberapa kali, hingga kemudian ia memilih mengalihkan pandangannya ke piring kotor. Perkataan Aidan barusan membuatnya bingung dengan dirinya sendiri. “Om Simon sama Om Juna tadi kok keluar?” tanya Noah mengalihkan pembicaraan. Senyum seketika Aidan luntur. “Kamu nggak mau tanya siapa nama Papa kamu dan seperti apa wajahnya?” “Om Aidan Papa Noah ‘kan?” Deg! Jantung Aidan berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Pertanyaan Noah barusan membuatnya kaget setengah mati. Dari mana Noah tau? Kan belum ada yang memberitahu semuanya pada anak itu. “Ka-kamu t-tau?” tanya Aidan terbata-bata lantaran masih syok. Noah hanya mengangguk kecil. “Kita pulang, Om. Mama udah nunggu di rumah.” Noah turun dari kursi dan berjalan keluar restoran, tadi ia sempat melihat bayangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN