Noah berjalan memasuki dapur dan ia meletakkan sembarangan mobil dan remote mainannya. Perhatiannya beralih menatap sesuatu yang ada di atas meja makan, menarik perhatiannya. “Itu apa, Ma?” tanya Noah pura-pura tidak tahu makanan apa yang tersaji di meja makan. Liana terkekeh melihat reaksi Noah. “Masa kamu nggak tahu.” Noah nyengir kuda.”Tau, cuma ya itu punya siapa?” “Untuk kamu,” ucap Liana membuat mata Noah berbinar. “Beneran, Ma?” tanya Noah memastikan. Tangannya sudah gatal ingin mengambil dua buah cokelat di meja. “Iya, kamu mau yang mana dulu?” Noah menunjuk cokelat batang yang sejak tadi menyita perhatiannya. “Mau itu.” Liana tersenyum lembut lalu memberikan cokelat yang Noah inginkan. “Nanti bilang makasih ke Papa Aidan, ok? Oh iya, di mana dia?” sengaja Liana merubah pa

