Dyrta, dia mendongakkan kepalanya. Dan memegang tengkuk sang istri. Menundukan kepalanya, lalu meraup bibirnya dengan segera. “Hhhmmpphhttt…” Dia menghisapnya pelan, lembut, dan menggigit bibir sang istri hingga sang istri mendesah pelan. “Aaaahhhh…” “Hhhhmmpphhttt…” Dia melepasnya setelah mendapat sang istri susah menarik nafasnya. Dia mengulum senyumannya, sudah mendapat jatah kecupan paginya. “Kau memang selalu lihai mempermainkan libidoku, Candy.” Gumamnya pelan menggigit bibir bagian bawah sang istri. Chandly, dia hanya diam. Dan tersenyum tipis, sedikit menganga. Merasakan milik sang suami lagi-lagi menegang dibawah miliknya. Kedua tangannya mendorong pelan d**a bidang suaminya yang masih polos. Sungguh tubuh suaminya menggoda d