..**.. Awalnya dia bersikap biasa saja, saat acara Mitoni yang diberikan sang Kakak Ipar yang tengah hamil 7 bulan. Karena dia tahu, ini adalah kali pertamanya sang Mama mertua sangat bahagia menggelar acara Adat Jawa itu. Tetapi dia sadar, ternyata dia lemah. Dia tidak sekuat itu untuk menyembunyikan semua perasaannya itu. Bukan iri, dia merasa ingin segera hamil kembali dan merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh sang Kakak Ipar. Menjadi wanita seutuhnya, hamil dan merasakan perayaan Mitoni itu juga. Terlihat jelas raut wajah bahagia sang Kakak Ipar saat perayaan itu. Begitu juga Mama mertua mereka yang semakin overprotektif terhadap Kakak Iparnya, Ayra. Namun dia berusaha menyembunyikan semua perasaan sedihnya itu, serapat mungkin. Mengingat a