Bab 6: Jalan yang Tak Terhindarkan

1112 Kata

Teleponnya bergetar lagi di atas meja kecil di samping tempat tidur. Getarannya terasa seperti denyut jantung yang tidak teratur, menggema di seluruh apartemen yang dingin dan hampa. Suara dering yang tiba-tiba memecah keheningan malam terasa seperti alarm bahaya yang meraung, merobek lapisan ketenangan palsu yang ia coba bangun. Amelia tahu siapa itu, dan jantungnya mencelos hingga ke dasar perutnya. Sebuah jurang tak berdasar menganga di dalam dirinya, siap menelannya utuh-utuh. Ia memejamkan matanya erat, seolah dengan begitu, ia bisa mengusir kenyataan yang begitu kejam dari pikirannya. Namun, getaran itu terus-menerus mendesak, menuntut jawaban, tak terhentikan, seolah takdir sedang mengetuk pintunya dengan palu godam, tidak memberi celah sedikit pun untuk lari. Dengan tangan yang g

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN