“Aku minta maaf karena pernah menuduh Bianca mandul,” ucap Reymond tulus. Bianca mendengus. “Kenapa baru minta maaf sekarang, hah?” cetusnya tajam. Tiba-tiba Reymond mendekat dengan cepat, berlutut di hadapannya, menatapnya dengan wajah mengiba. “Lo ngapain, Rey? Bangun!” Bianca menghardik cukup keras, jengah melihat tingkah Reymond yang tiba-tiba. “Maafin aku, Bi, maafin aku,” lirihnya sembari menggenggam erat kedua tangan Bianca. “Berdiri, Reymond! Kenapa lo tiba-tiba begini, sih?” “Aku mandul, Bi.” “Apa?!” Rasanya dunia berhenti berputar seketika. Bianca tak menyangka Reymond akan benar-benar memeriksakan dirinya. Ia juga tak menyangka, sedikit kekhawatirannya tentang status anak Gita kini mulai sedikit memunculkan titik terang. “Aku mandul, Bi,” ulang Reymond dengan suara berg