Ayahku Bukan Penjahat

1301 Kata

“Aku minta maaf.” Kalimat itu meluncur begitu saja,Asila terkejut dengan perkataan Dion.Tangannya masih menggenggam gagang pintu kamar.Badannya setengah berbalik.Matanya menatap Dion dengan raut tidak percaya. “Hah?”Asila mengerjap. “Apa?” Dion berdiri tidak jauh darinya. Posisi yang sama sejak tadi. Bersandar di dekat jendela, tangan dimasukkan ke saku celana, rahang mengeras,“Aku bilang,” Dion mengulang, suaranya datar tapi jelas,“aku minta maaf.” Hening.Asila benar-benar tidak bergerak selama beberapa detik. Otaknya seperti butuh waktu untuk mencerna dua kata itu. “Kamu…” Asila menunjuk Dion pelan. “Barusan bilang apa?” Dion menghela napas pendek. “Jangan pura-pura nggak dengar,” “Aku bukannya pura-pura,” Asila mendekat selangkah. “Aku kaget.” “Kaget kenapa?” “Kaget karena yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN