"Re..., pulang dulu yuk. Makan sama tidur, kamu harus istirahat. Kamu udah nggak tidur semalaman" Ibu dari Arkan mencoba membujuk menantunya. Sudah satu hari satu malam Renata tidak pulang ke rumah, bahkan makan dan berganti pakaian pun tidak. Pagi tadi Arkan sudah menjalani operasi di kepalanya, sebenarnya lukanya tak separah kecelakaanya dulu. Hanya saja benturan di kepala Arkan dengan kondisi isi kepala yang sudah pernah di bedah membuatnya mudah mengalami pendarahan di otak. Walaupun Arkan sudah bisa melewati masa kritisnya, tapi tak tahu kapan dia bisa membuka matanya lagi. Semuanya iba melihat keadaan Renata, wajahnya pucat dengan lingkaran hitam di area matanya. "Re..., Nak, tolong dengerin Mama. Kamu nggak sendiri ada Rey yang nungguin kamu pulang di rumah, ada janin di perut

