Tujuhpuluhempat

1173 Kata

"Ibuuuuu.... bangun!" Teriakan keras Rey membangunkan Renata dari mimpi buruk. Dengan nafas terengah-engah ia membuka matanya lalu duduk. "Rey...?" "Ibu mimpi apa sampai nangis-nangis? Rey bangunin kok susah banget." Ucap Rey dengan wajah cemberut. "Alhamdulillah Rey, ternyata cuma mimpi. Ibu ke toilet dulu ya." Renata menghembuskan nafas lega, walaupun jantungnya masih berdegup kencang, paling tidak dirinya masih punya harapan. Setelah buang air kecil ia mengelus perutnya, semoga anak-anak yang masih ada di dalam perutnya di kasihi oleh Tuhan agar bisa merasakan peluk, cium, dan dekap hangat dari ayahnya. Setelanya Renata bersimpuh di hadapan Tuhan, berdoa memohon belas kasihnya agar sang suami bisa sembuh dan membuka mata lagi. Dan bisa melanjutkan hidup bersama dirinya dan anak-an

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN