"Kamu lagi di rumah kan Re?" tanya sang Ibu mertua saat menelepon Renata. "Iya Ma." "Ke rumah sakit ya, Arkan sudah mulai sadar Nak." Hati Renata bahagia tak terkira, ternyata Tuhan begitu menyayanginya, dengan mengabulkan doa-doanya. Tapi kata-kata Ibu Arkan selanjutnya membuat tubuh Renata terdiam kaku. "Kabar baiknya, Arkan bahkan sudah mulai mengingat lagi beberapa hal di masa lalu Re. Kata dokter ada kemungkinan ingatan Arkan bisa pulih sepenuhnya. Ini sebuah keajaiban Re." Renata terdiam, mengapa hal ini justru tak membuatnya bahagia? Mengapa ia justru takut kalau Arkan akan berubah. Mengingat masa lalu, itu berarti Arkan mengingat Dhara sebagai cintanya, bukan dirinya. Ya Tuhan, dia harus bagaimana? "Re..., halo. Sayang, kamu masih dengerin Mama kan?" "I.. iya Ma." "Kamu dat

