Sembilanpuluhtujuh

1114 Kata

Arkan harus rela menerima kediaman Renata padanya seharian ini. Berkali-kali ia menghubungi Renata kala tengah berada di rumah sakit. Hasilnya Renata hanya menaruh ponsel dan mengarahkan kamera pads Arsen yang tengah tidur. Dan Renata tak mau bicara dengannya. "Apa kamu masih marah Re? Belum bisa percaya sama aku?" tanya Arkan, begitu mereka sudah merebahkan diri untuk segera tidur. Renata berbalik menghadap Arkan, tapi tak mengucapkan apapun. "Aku janji demi apapun nggak akan melakukan hal yang kamu takutkan itu Re. Kehadiran kamu, Rey, Arin, dan Arsen tidak bisa aku tukar dengan apapun. Apalagi hanya dengan seorang wanita. Ancaman kamu yang akan membawa mereka semua pergi saat aku berani macam-macam itu terdengar menakutkan, dan nggak aku anggap remeh sama sekali Re. Aku itu udah ngga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN