Sembilanpuluhdelapan

1113 Kata

"Aku nggak percaya." Arkan tersenyum kemudian mempererat pelukannya pada Renata. "Nggak apa-apa Re. Udah ah, kamu tidur, jangan ke capean biar asinya lancar." Arkan rela harus begadang membantu Renata menjaga Arsen agar sang isteri tidak kelelahan. Dia tahu seberapa besar pengorbanan seorang wanita kala mempunyai bayi baru, dia rela hanya berdiam diri di rumah mengurus bayinya, untuk Renata biasanya dia melakukan itu sampai usia bayinya berumur dua bulan. Barulah ia mau keluar rumah bersama anak-anaknya untuk memgunjungi rumah orang tua mereka satu persatu. Esok pagi akan menjadi pemandangan yang paling menyejukan untuk Arkan. Jika beberapa Ibu lain akan panik dan meningkat emosinya di pagi hari kala harus menyiapkan keperluan anak-anaknya, itu tidak berlaku untuk Renata. Entah bagai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN