Cobaan Arkan tidak sampai di situ saja, malam harinya pun begitu. Renata tidur dengan pakaian yang lebih terbuka dari biasanya. Membuatnya tak bisa tidur hingga memutuskan pindah ke kamar anaknya. Tanpa Arkan tahu bahwa Renata tersenyum puad saat mengetahui dirinya yang uring-uringan tak bisa tidur. Pagi harinya ia kembali ke kamar untuk mengantarkan Renata s**u, isterinya itu pasti melewatkan meminum s**u hamilnya jika ia tidak membuatkan dan mengantarkannya ke kamar. Sebelumnya ia sudah lebih dulu mengurus Rey untuk ke sekolah. Anaknya itu sesekali di antarkan oleh Bian ke sekolah. "Kamu mau ke mana Re?" tanya Arkan begitu melihat Renata ternyata sudah rapi di pagi hari. "Mau ketemu teman." Jawab Renata sambil memoleskan lipstik di bibirnya. "Siapa, laki-laki atau perempuan?" tanya

