"Kamu beruntung nggak harus hidup selamanya sama dia Ra." Ucap Renata sambil berlalu dari tempat itu. Ya, menurut Renata Dhara sangatlah beruntung, karena kepas dari Arkan justru mendapatkan laki-laki seperti Arya yang terlihat begitu mencintai wanita itu. Apakah dia boleh merasa iri? Saat keadaannya masih sekacau ini pelakornya dulu justru terlihat sudah hidup bahagia bersama laki-laki lain yang mencintainya. Renata menyeka air matanya kasar, dia marah, kecewa, pada satu-satunya orang yang membuat hidupnya sekacau ini, yaitu Arkan. "Maaf ya, Renata memang jadi agak sensitif belakangan ini. Tapi ucapan maaf kamu pasti di terima kok Ra, tenang saja. Nanti saya coba bujuk dia buat jenguk anak kalian." Dhara termenung, benar-benar sudah tidak ada lagi Arkan yang ia kenal dulu, laki-laki y

