Setelah memasak untuk Rey dan juga dirinya mereka makan siang bersama. Renata, Rey, dan Arkan. Berbeda dengan wajah berbinar Rey karena Renata memasak kesukaan puteranya, Arkan makan dengan malas dan diam saja tidak seperti biasanya. "Ayah nggak kerja?" tanya Rey sehabis mereka menyelesaikan makan siangnya. "Enggak," jawab Arkan singkat. "Kita jalan-jalan yuk Yah, ke rumah Nenek," ajak Rey. "Nggak ah, Ayah lagi males." Renata yang mendengar Arkan mengacuhkan sang putera merasa tak terima. Dia lalu menyuruh Rey untuk bermain bersama Bian terlebih dahulu, ada yang harus dia bicarakan pada Arkan. "Kamu marah sama Rey Mas?" tanya Renata begitu Rey sudah menjauh. "Nggak Re, cuma nyesek aja," jawab Arkan. "Tapi nggak seharusnya kamu cuekin Rey kayak tadi. Dia itu masih anak-anak, nggak n

