Arkan mengecup dua mata basah Renata, kala ciumannya di bibir wanita itu justru melahirkan tangis memilukan dari sang isteri. "Kamu boleh meminta apapun Re, bahkan kamu juga boleh melakukan apapun sama aku, tapi aku mohon jangan nangis lagi." Renata menyeka kasar pipi basahnya. Kemudia ia membalas apa yang Arkan lakukan tadi, dia masih ingat seberapa agresifnya Dhara dulu pada Arkan. Kekanakan memang, tapi ia penasaran bagaimana sambutan Arkan pada tindakannya. Semanis seperti ketika bersama Dhara atau tidak. Arkan yang tahu bahwa Renata tengah di liputi emosi hanya bisa menerima apa yang Renata lakukan, sesekali membalasnya lembut walaupun sebenarnya ia sangat ingin mengambil alih permainan. Cumbuan Renata pada tubuhnya membuat dia gregetan sendiri, Renata tak berani menyentuh area pal

