Arkan merapatkan tubuh Renata padanya, menyesap manis bibir sang isteri yang sudah sangat ia rindukan. Tangannya menyentuh seluruh tubuh bagian belakang Renata hingga ke pinggangnya. Sudah lama ia tak menyentuh Renata seintim ini sejak isterinya itu melahirkan anak ketiganya. Jadi jangan salahkan jika saat ini dirinya lepas kontrol. Dia tak menyangka akan berbuka puasa secepat ini. Renata mendorong tubuh Arkan saat ia merasa sudah sesak kehabisan nafas. "Mas." Arkan tak menghiraukan ucapan isterinya yang biasanya hanya akan mengulur waktu mereka untuk bercinta. Arkan benar-benar menulikan telinganya hingga ia mulai mendengar desahan keluar dari bibir Renata, juga cengkeraman tangan halus isterinya yang terasa di punggungnya. Tidak hanya melakukan satu sesi percintaan tapi Arkan mela

