Arkan tersenyum sambil mengusap air matanya. Ia melihat Renata yang tengah tertidur lelap bersama Arsen di sampingnya. Ternyata Renata tak bohong saat mengatakan sekarang istrinya itu takut jika harus tidur sendiri. Setelah puas memandangi wajah yang sangat ia rindukan, Arkan menyuruh Rey kembali ke kamarnya. Ia ingin melihat anaknya yang paling cantik yaitu Arin. Selama ini Arin termasuk lumayah lebih dekat dengannya dari pada Rey. "Udah ya Yah, Rey ngantuk." "Iya, terimakasih ya Rey. Selamat tidur, maaf Ayah jadi ganggu waktu tidur kamu." Rencana awal yang hanya satu bulan di sana pun melanggar, Arkan pulang ke rumah dalam waktu dua bulan kurang satu minggu. Rasa rindu di dadanya sudah menggunung. Saat ini dirinya masih berada di Bandara bersama ayahnya. Menunggu Rey dan Bian yang k

