Arkan menoleh kebelakang saat mendengar suara tubuh ambruk. Ternyata bukan dirinya yang terkena tembakan melainkan orang itu sendiri. Di belakang sana ada Ayahnya dan seorang polisi yang Arkan duga telah menembak lelaki yang telah menculik puterinya. Arkan tersadar dari lamunan kala mendengar suara tangis Arina, gadis kecilnya pasti terkejut melihat apa yang terjadi. Ia segera berlari menghampirinya. Beruntung orang itu mekakukan aksi penculikan itu seorang diri sehingga tak perlu ada drama anaknya di sandera. "Ayo kita pulang sayang, Ibu sudah nungguin. Apa ada yang sakit?" tanya Arkan khawatir. Arin menggeleng. "Nggak Ayah, tapi Arin lapar. Makanan yang di kasih Kakek itu nggak enak." Arkan mengelus sayang kepala anaknya. "Ya udah ayo kita pulang sekarang, kita makan di rumah." Ar

