Bab 6

1116 Kata

Sesekali, Nayla merapikan rambut yang tergerai ke depan wajah dan menepuk-nepuk gaun kasual yang dipilihkan Vania. Dalam hati, ia merasa canggung. Aku bahkan tidak tahu harus berjalan sejauh ini di sampingnya atau tetap di belakang. Kalau terlalu dekat, aku takut dianggap lancang. Kalau terlalu jauh, aku terlihat seperti pembantu. Ketika mereka tiba di counter check-in, Adrian menyerahkan dokumen dengan ekspresi datar. Petugas menatap mereka bergantian, tersenyum ramah. “Selamat berbulan madu, semoga perjalanannya menyenangkan,” ucap si petugas sambil menyerahkan boarding pass. Nayla hanya bisa tersenyum kaku. Sementara itu, Adrian tidak menunjukkan reaksi, hanya mengambil tiket lalu melangkah pergi. Di momen itu, Nayla semakin sadar: bulan madu ini memang akan menjadi perjalanan panja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN