Empat Puluh Enam

1616 Kata

Alinka tidak berharap banyak keesokan paginya ketika ia pergi menyebrang ke rumah Bara untuk mengambil pakaian ganti untuk Rayn. Alinka tidak berharap ia bisa melihat wajah Bara pagi itu, setidaknya Alinka hanya berharap kecil jika mobil hitam milik lelaki itu sudah terparkir kembali di garasi seperti biasanya.   Tetapi ketika Alinka berhasil membuka pintu gerbang rumah Bara dengan kunci cadangan yang dimilikinya, perempuan itu hanya dapat menghela napas pelan ketika keadaan rumah masih begitu lengang dan kosong seperti terakhir kali yang diingatnya.   Tidak ada jejak Bara di manapun di penjuru rumah. Bahkan cangkir kopi dan piring sisa Bara sarapan kemarin sebelum mereka pergi kencan pun masih teronggok di atas bak cuci piring tak tersentuh.   Alinka pergi ke lantai atas, menuju kam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN