Akad Kedua

1476 Kata

Ainun memandangi rumah sederhana yang ada di hadapan kami saat ini dengan tatapan yang sulit dijabarkan. Tampak ia juga menghela nafas panjang, seolah ingin mengisi penuh paru-parunya dengan oksigen. Ainun mematung dan tak bergerak sedikitpun. Tangannya juga sedikit mengepal menandakan jika dia sedang tidak baik-baik saja. "Ayo, kita masuk," ajakku sambil menggandeng lengannya. Saat ini kami sudah berada di depan rumah kediaman kedua orang tua Ainun. Kami datang untuk memohon restu dan meminta Ayah Ainun menjadi wali nikah kami. Aku dan Ainun datang berdua saja tanpa Farhan. Ia tak membawa serta putra kami itu karena takut akan ada adegan tak mengenakkan saat kami datang berkunjung, mengingat bagaimana perlakuan keduanya selama ini. Ainun tak ingin sampai Farhan melihatnya dan membenci k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN