Hanya tiga hari setelah insiden "malam yang tak usai" itu terjadi, kini Jagad kembali mendapati Stella mengetuk pintu apartemennya di malam hari yang larut. Ini mungkin hampir tengah malam, Stella datang dengan raut kosong dan satu koper merah muda ukuran sedang di tangan kanannya. Dahi Jagad mengkerut samar. Kenapa lagi cewek ini? "Gue nggak bisa tinggal di rumah," ucap Stella dengan nada sedih yang kentara. Jagad menyatukan alisnya tak mengerti. "Lo diusir?" Stella menggeleng lemah. "Gak ada tempat cerita disana. Gue butuh seseorang." Wanita itu memandangi Jagad dengan matanya yang berkaca-kaca. Shit. Jagad lemah dengan mata itu. Tetapi membiarkan Stella kembali memasuki apartemennya terasa bukan pilihan yang tepat. Cewek itu kan suka sekali melewati batas teritorialnya. Jagad tida
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


