Stella

1751 Kata

Menjadi anak tunggal kaya raya tidak selalu enak seperti kata orang. Karena kesepian itu nyata terasa. Ada hari-hari dimana Stella ingin bercerita, namun orang tuanya terlalu sibuk untuk sekadar duduk menemaninya mengobrol. Ada kalanya dia mengharapkan suatu hari bisa bermain bersama adiknya sampai mereka tidur kelelahan dan bangun-bangun sudah di tempat tidur setelah digendong Papa. Tetapi jangankan seorang adik, melihat Papa dan Mama yang selalu tidur di kamar yang berbeda sudah menjelaskan kalau sepertinya punya adik itu cuma impian yang terlalu muluk. Stella sering merasa kosong. Rumahnya besar, tetapi terlalu hening. Dia sering melamun di balkon kamarnya, kadang memperhatikan Pak Galih menyiram tanaman. Pak Galih adalah tetangga samping rumahnya. Stella suka menyapa dari lantai dua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN