TAMAT

2441 Kata

Setelah beberapa hari berlalu pasca kejadian itu, kondisi Mawa semakin membaik. Perut dan badannya terlihat semakin berisi. Ia seringkali mendapat ejekan mesra dari Ares, tetapi bagi Ares Mawa malah semakin menggemaskan. “Sayang, kamu benar mau ke sana?” Ares memeluk istrinya dari belakang. Tampak Mawa sedang merapikan anting mutiara yang baru saja dipasang. “Justru aku yang harusnya tanya sama kamu, Mas. Kamu benar mau ke sana? Bukannya hubungan kalian ....” Mawa menoleh ke samping, matanya beradu tatap dengan Ares. “Tidak masalah untuk istri dan calon anakku,” ucap Ares membuat Mawa tersenyum cukup manis. Ia mengusap pelan pipi Ares, mengecupnya singkat. “Terima kasih, Mas. Aku sangat bersyukur bisa menikah dengan kamu.” “Aku jauh lebih bersyukur, Sayang.” Ares meletakkan dagunya

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN