Bab 30

1607 Kata

“Baiklah, Mas.” “Bagus, kalau begitu kita ke rumah sakit sekarang. Langsung periksa saja sebelum makin parah,” ajak Ares meraih tangan Mawa. “Darahnya hanya sedikit, Mas. Sudah, besok juga sembuh,” tolak Mawa. “Tapi ini berdarah, Mawa. Ayolah jangan keras kepala begitu.” Karena terus didesak oleh sang suami, Mawa pun akhirnya menurut juga. Ia membersihkan diri, dibantu oleh Ares, lalu bersiap-siap ke rumah sakit terdekat. Namun, ketika keduanya tiba di depan kamar, Mawa langsung dikerumuni pihak keluarga Ares. Ia terkesiap, sempat membeku sesaat lalu menatap sang suami kebingungan. “Mas?” bisik Mawa. Mereka tidak diberi celah untuk bisa kabur dari sana. Tuan Tama dan Nyonya Aurel tersenyum menatap pasangan pengantin baru itu. Aurel mendekat, mengusap kedua bahu menantunya lembut, seo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN