Yakin

1290 Kata

Matahari makin terasa membakar kalori saat Luna dan kedua orang tuanya meninggalkan lokasi pemakaman. "Mama gak setuju kalau kamu menerima Raihan lagi," Sinta terlihat tidak suka. "Lho, kenapa? Bukannya Mama suka tipe menantu seperti itu?" Luna heran, dulu Mamanya yang paling kecewa saat tahu Raihan dijodohkan. Lah saat Raihan kembali dan terang-terangan menyatakan perasaannya, malah nolak. "Ck, harga diri, Lu! Dulu dia ninggalin kamu, bikin kamu mewek tuh di kamar seharian kan?" Sinta mengingatkan lagi saat kejadian itu. "Iya sih, tapi kan cuma sehari doang. Habis itu aku bisa melupakan semuanya." "Lupa apaan? Dijodohin sama Ragil aja gak mau. Mesti kamu masih kepikiran sama Raihan kan?" Sinta sangat mengenal putrinya itu. Sampai anak itu benar-benar hijrah total juga awalnya kan dem

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN