“Sini, Sayang, Mami cicipin.” Mami mulai menyendok sop yang Jihan masak, ditiup-tiup sesaat kemudian dicicipi. “Waduh, kamu pinter masak, lho. Ini bukan belajar masak lagi, tapi masakin mertua. Iya, kan?” tanya Mami menggoda. Jihan tersenyum malu. Tidak juga mengangguk, tidak juga Jihan menggeleng. Hari ini Jihan dijemput oleh maminya Dewa lalu di bawa ke rumah untuk belajar masak. Di rumah maminya Dewa hanya ada mami dan papi, selebihnya tidak ada lagi. Nabila yang di sebelah rumah katanya berkunjung ke rumah mertuanya, sementara Dewa tidak pulang akhir pekan ini. “Mami kebagian yang siapin di meja makan. Kamu pindahin sopnya ke mangkuk besar. Sudah matang semua itu.” Mami menepuk pelan pundak Jihan. “Langsung bawa ke situ, ya. kalau sudah siap yang di meja makan,