Kedua mata Lista masih terjaga, padahal waktu sudah menunjukan pukul dua dini hari. Sedetik pun ia masih tidak bisa memejamkan mata. Lista gelisah, tapi tidak tau pasti alasannya. "Ya ampun! Aku bisa kesiangan kalau kayak gini." Ucapnya, sambil menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya berharap bisa membuatnya tertidur. Sekilas bayangan kejadian bersama Dariel kembali berputar dalam benaknya. Jantungnya berdegup kencang, rasa panas menjalar ke seluruh tubuhnya. Lista pun segera membuka kembali selimut dan menghirup udara sebanyak-banyaknya. Perasaan macam apa ini? Kenapa rasanya semakin kuat dan sulit dikendalikan. Bahkan ketika lelaki itu mengatakan kalimat yang membuat hatinya tersakiti, dengan mudahnya Lista memaafkan. Untuk mengurangi kejenuhan, Lista pun akhirnya du