Kalimat-kalimat Damar sangat mengganggu. Begitulah kira-kira yang dirasakan Dariel saat ini. Dalam benak Dariel, ia terus bertanya siapa lelaki yang dimaksud Damar. Apakah masih lelaki yang sama, seperti yang pernah ditemuinya beberapa waktu lalu. Jika iya, maka bisa dipastikan Lista dan lelaki itu ada hubungan istimewa yang tidak diketahui Dariel. Tapi entah mengapa, Dariel merasa tidak terima. Mobil yang dikendarai Dariel melaju dengan kecepatan tinggi. Sebisa mungkin mempersingkat waktu agar bisa lebih cepat sampai ke rumah kos. Dariel tidak tau apakah Lista sudah sampai di rumahnya atau belum, karena sampai saat inipun nomor ponsel Lista belum bisa dihubungi. Dua wanita mengacaukan harinya dalam waktu bersamaan. "Sial!" Umpat Dariel. Dariel hanya membutuhkan waktu kurang dari