"Sya?" Panggil Andrean, pria itu masih menindih tubuh Rasya di bawah tubuhnya. "Lepaskan aku Ndre, please. Jangan buat aku makin benci sama kamu." Pinta Rasya dengan wajah memelas. Andrean mengernyitkan keningnya. "Hah." Bibir pria itu tersenyum putus asa. "Cinta saja tidak kamu beri sama sekali, dan sekarang kamu malah bilang benci? Aku tidak mengerti apa yang membuatku berbeda dari Yudha Manggala. Berikan satu alasan saja agar bisa membuatku berhenti." Pria itu tetap menekan-nekan keluar masuk jemari tangannya di sela-sela kedua kaki Rasya, sering kali tubuh Rasya terjengkit, seraya menggigit bibirnya sendiri. Kening Rasya Natasya juga mengucurkan peluh semenjak Andrean menyentuh area sensitifnya beberapa menit yang lalu. "Ahhhh.. Ndre. awhhh.." Rasya memejamkan kedua matanya ser