“Ya sudah, aku berangkat ke Surabaya dulu. Kamu hati-hati di rumah.” Yudha Manggala menyeret kopernya keluar dari dalam penginapan. Rasya enggan melepas kepergian Yudha. Dia tidak menjawab salam terakhir yang pria itu ucapkan padanya. “Aku merasa tidak rela melepasmu ke Surabaya, aku takut sendirian di sini. Tapi aku juga tidak bisa mengikutimu ke Surabaya tanpa ijin darimu. Kapan aku menjadi berarti seperti Mona memiliki arti dalam hatimu? Kapan aku menjadi yang pertama tanpa sebutan wanita simpanan? Apakah itu mustahil aku dapatkan?” Rasya menatap mobil Yudha Manggala, pria itu baru saja pergi dari halaman penginapan tersebut. Kata-kata itu hanya keluar dalam hati tanpa bisa meluncur keluar dari bibirnya. Yudha telah pergi, tidak tentu kapan pria itu akan kembali untuk mengunjunginya