Perjalanan

1411 Kata

Selasa (21.13), 27 September 2022 ------------------------- Di dalam bus, tampak jelas Emilya sangat antusias menikmati perjalanan mereka. Kepalanya terus celingukan menatap kanan kiri seolah tak ingin melewatkan satupun pemandangan di sekitar—meski yang nampak hanya kegelapan dan lampu jalan. Yah, andai mereka duduk di kursi depan, pikir Emilya. Sayangnya barisan depan sudah penuh dan mereka mendapat kursi kosong di barisan tengah. “Coba tidur,” Khairul menyarankan karena memang hanya ini kesempatan mereka untuk tidur. Sementara esok hari mereka akan langsung menuju pengadilan agama dan dirinya sama sekali tak memiliki gambaran akan seperti apa prosesnya serta membutuhkan waktu berapa lama. Namun Emilya menggeleng dengan senyum girang dan tetap menatap serta mengagumi lampu-lampu di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN