Sambil bersandar di tembok, Victoria terus menatap punggung Luke yang bergerak kecil setiap menggerakkan tangannya. Itu adalah punggung yang sering ia lihat beberapa tahun ke belakang. Punggung kokoh yang penuh akan kehangatan. Dalam sekejap, ingatan Victoria mendadak melayang pada kegiatan panas mereka beberapa hari lalu. Jujur saja, hari itu Victoria merasa tidak baik-baik saja setelah melalui pagi yang buruk. Awalnya, Victoria pikir dengan mengajak Lucan berbelanja bisa menghilangkan kegundahan di hatinya. Namun bahkan ketika ia pulang dan melampiaskannya dengan bermain piano pun, perasaannya tak kunjung membaik. Hingga Luke menghampirinya dan tanpa aba-aba memberinya kehangatan. Dan anehnya, setiap bagian tubuh yang pria itu sentuh membuat tubuh Victoria bergetar. Belaiannya member