32. Epilog

1340 Kata

Sudah tiga hari Eldiro dirawat di rumah sakit. Kondisinya sudah jauh lebih baik dari hari pertama dia dilarikan ke IGD. Wajahnya pun tak sepucat setelah dia sadar dari bius pasca operasi kepalanya. Meski tubuhnya masih lemah dan perban masih membelit kepalanya. Namun senyumnya kini lebih sering terbit, terutama setiap kali Avelline berada di sisinya. Pagi itu, cahaya matahari menembus tirai jendela ruang rawat intensif. Avelline duduk di samping ranjang, mengenakan pakaian sederhana dengan rambut yang diikat asal. Di tangannya ada semangkuk bubur hangat yang dia masak sendiri sejak subuh tadi. Dia kemudian tahu alasan Eldiro kembali ke Jakarta karena dia meminta dimutasi agar bisa menemani Elsheva yang diterima kuliah di Universitas bergengsi di ibukota itu. Harusnya hari itu mereka ke k

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN