Avelline mengangkat wajah, menatap Elsheva perlahan. Tidak ada amarah di sana, hanya ada wajah lelah dan luka yang terlalu dalam. Elsheva tampak gugup, menarik napas panjang sebelum memulai cerita berisi kejujuran yang selama ini dia tahan. “Ceritain, sekarang,” ucapnya pelan seperti bergumam. Elsheva menghela napas panjang seolah mengumpulkan keberanian. “Kurang dari dua minggu setelah kecelakaan pesawat itu, kak Eldiro ditemukan. Dia koma, kondisinya parah, Kak. Dia harus menjalani operasi kepala,” ucapnya dengan suara bergetar. Avelline memejamkan mata, menahan sesak di dadanya. “Setelah sadar ... kak Eldiro mengalami amnesia. Dia kehilangan memori empat tahun terakhir hidupnya, mungkin itu adalah bagian terpenting dalam hidupnya selama ini, sayangnya dia justru enggak mengingatny

