Eldiro mengikuti bahkan ikut mendorong brankar itu, tangannya tak lepas dari sisi istrinya. Dia menatap wajah Avelline dengan penuh rasa bersalah dan juga ketakutan. Samar diucapkan permohonan maaf pada wanita itu. Sesampai di ruang ICU, tubuh Avelline dipindahkan ke ranjang khusus, beberapa kabel dan selang terpasang ke tubuhnya, mesin menunjukkan indikator detak jantung dan pernapasannya yang tampak bergelombang. Di ruang tersebut hanya Eldiro yang diperbolehkan masuk, itu pun hanya beberapa menit. Dia duduk di sisi ranjang Avelline menggenggam tangan istrinya erat. “Mah, ayo bangun,” bisiknya dengan suara parau. Sudah beberapa jam setelah operasi pengangkatan rahimnya, namun Avelline belum juga sadar. Padahal dokter berkata harusnya dia sudah sadar, upaya sudah dilakukan namun Avell

