23. Tragedi

1645 Kata

“Setel TV Bu, cepat!” Suara Indah terdengar panik, nyaris berteriak. Wajahnya pucat dan matanya membelalak menatap layar ponsel yang masih menyala di tangannya. Avelline yang sejak tadi terpaku dengan ponsel digenggam erat seolah tersentak dari lamunannya. Tangisan Elvara dan Elnara masih bersahutan dari kamar, namun untuk sesaat Avelline kehilangan kemampuan untuk bergerak. “Apa?” gumamnya pelan. “TV, Bu. Cepat!” ulang Indah dengan suara bergetar. Perasaan Avelline mendadak gamang. Jantungnya berdegup tidak beraturan, dengan tangan gemetar dia meraih remote dan menyalakan televisi. Layar yang semula hitam langsung berganti dengan wajah seorang presenter berita yang terlihat tegang. Tulisan besar berwarna merah menyala memenuhi bagian bawah layar. “PESAWAT TUJUAN JAKARTA – KALIMANTAN

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN