Tak ada tenaga bagi Avelline untuk membela diri, dia terlalu lelah jika terus memikirkan sikap ibu mertuanya itu. Meskipun dia selalu merasa tersakiti melihat sikap ibu mertuanya terhadap Winora. Wanita itu tampak begitu diperhatikan, dipeluk, ditenangkan. Setiap kali Winora menangis, ibu mertuanya akan segera mendekat, namun saat Avelline yang terisak, tidak ada yang menoleh apalagi menenangkan. Seolah Avelline bukan siapa-siapa, seolah kehilangan Eldiro bukan lukanya juga. Elsheva melihat semua itu, dia menggenggam tangan Avelline lebih erat, matanya menatap ibunya dengan sorot terluka. Namun Elsheva memilih diam, dia tahu ... berbicara hanya akan memperkeruh keadaan. Seharian penuh berlalu tanpa kabar. Avelline ikut mendatangi beberapa pos informasi, rumah sakit terdekat dari lokasi

