27. Terjebak di Takdir yang Kejam

1650 Kata

Elsheva hanya bisa menangis saat ini, dia merasa bersalah ketika melihat kakaknya kesakitan sebelum jatuh pingsan dan itu sangat menghancurkan hatinya. Winora mencoba merangkul Elsheva, namun gadis itu menolak dengan halus, dia berjalan lunglai ke kamarnya, menutup pintu dan menjatuhkan dirinya ke kasur. Elsheva memeluk boneka beruang besarnya, boneka yang dulu dibelikan Avelline ketika dia main ke Jakarta untuk melihat keponakannya. Kini dia tak bisa menghubungi Avelline karena ponselnya yang disita oleh sang ibu, “Kak Avelline, aku sedih, aku harus apa?” bisiknya pada boneka itu. Elsheva memang jarang bertemu langsung dengan Avelline, namun dia sering melakukan panggilan video atau meneleponnya berlama-lama. Avelline selalu mendengar curhatannya tentang gebetan di sekolah atau tentan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN