Kejelasan | Bab 30

1422 Kata

Kantor pagi itu terasa lebih sibuk dari biasanya. Para karyawan mondar-mandir dengan map di tangan, suara printer terdengar tanpa jeda, dan ruang meeting kaca memantulkan cahaya matahari yang belum sepenuhnya masuk. Di tengah semua kesibukan itu, Aurora baru saja duduk di kubikelnya setelah menyerahkan laporan revisi ke bagian keuangan. Belum sempat menarik napas, seorang staf perempuan berlari kecil dari lorong dan berhenti sambil terengah. “Bu Aurora… ada yang nyari.” Aurora mengangkat wajah. “Siapa?” Staf itu menelan ludah sebelum menjawab. “Bapak… eh… seseorang dari firma hukum Prasetya.” Aurora membeku. Hanya ada satu orang dari firma hukum itu yang punya kepentingan pribadi dengannya, dan kehadirannya di kantor tidak akan pernah jadi hal kecil. Kak Sam. Aurora berdiri perlahan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN