Pecah | Bab 23

1120 Kata

Aurora datang ke kampus dengan langkah yang sedikit ringan. Semalam dia tidur dengan tenang, padahal biasanya dia gelisah. Mungkin karena obrolannya dengan Samuel yang berakhir dengan jarak terlalu dekat, mungkin juga karena senyum laki-laki itu yang entah kenapa masih nempel di kepala. Dia masuk ke fakultas seni, melewati lorong yang penuh coretan poster pameran dan aroma cat minyak yang selalu membuatnya merasa di rumah. Udara agak dingin, kampus masih belum terlalu ramai karena jam masuk belum padat-padat amat. Aurora lihat Lena duduk sendirian di bangku beton dekat taman kecil kampus, tempat mereka biasanya ngumpul bertiga. Tapi kali ini Lena duduk membungkuk, kepala tertunduk, tangan meremas-remas tali tas. Aurora langsung mempercepat langkah. “Len.” Lena nggak jawab. Tapi itu tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN