Kenyataan | Bab 10

1040 Kata

Aurora nggak ingat bagaimana ia keluar dari rumah besar kediaman keluarga Yunandhra. Yang ia ingat cuma satu: Luna mencium Darren. Bukan hanya kecupan iseng, tapi ciuman yang jelas-jelas sudah lama ditahan, seolah selama ini mereka cuma menunggu momen untuk menghancurkan dunia Aurora. Tangannya gemetar. Napasnya pendek. Suaranya tercekat di tenggorokan. Padahal tadi pagi semua terasa normal. Samuel yang masih peduli dengannya dan selalu menelfon menanyakan kabarnya, memuji bahwa ia akhirnya terlihat bisa bernafas setelah tekanan beberapa minggu terakhir. Ara belum drop out secara misterius. Lena belum bersikap aneh. Baru beberapa jam lalu dunia masih seperti lantai yang kokoh. Sekarang… semuanya runtuh. Dan yang paling menyakitkan, Aurora sudah pernah melihat semuanya di kehidupan l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN