Flashback | Bab 10

1103 Kata

Aurora tidak langsung bicara ketika duduk di sofa ruang tamu Samuel. Matanya menatap kosong, napasnya pendek-pendek seperti habis kabur dari sesuatu yang memburunya. Jarinya gemetar, dan dia terus meremas bagian lengan bajunya sendiri seolah sedang menahan rasa sakit yang tidak kelihatan. “Kak Sam… aku—” Kalimatnya putus. Suaranya pecah di ujung. Samuel duduk di depannya, wajahnya tegang setelah melihat Aurora datang dengan mata bengkak dan napas tercekik seperti orang yang baru saja mengalami sesuatu yang patah di dalam dirinya. “Kamu aman di sini,” ujar Samuel pelan, nada yang selalu stabil, tapi malam itu pun bergetar sedikit. “Kamu bisa cerita kalau kamu siap.” Aurora mengangguk. Tapi bukannya langsung menjelaskan tentang perselingkuhan Luna dan Darren, dia justru menatap kosong

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN