Jangan lupa komen, vote, dan share cerita ini ke teman- teman kalian, ya! Happy Reading! °°° Hening masih merayap di dalam ruangan sempit bernama lift itu. Lift itu terasa sangat lama sekali bergerak, padahal lantai tujuannya hanya dari basemen menuju lantai tiga. Nindy sesekali melirik ke arah pintu lift di mana bayangannya dan bayangan cowok di sampingnya itu terpantul. Mata Nindy kini mengerjap. Bingung ingin memulai topik pembicaraan yang seperti apa dengan cowok berjarak satu tahun di atasnya itu. Nindy ingin sekali hubungan mereka kembali seperti dahulu. Di mana Galih dan dirinya dapat menjalin hubungan yang baik. Bahkan sering bersenda gurau. Galih juga sangat baik dan selalu menolongnya jika Nindy menghadapi kesusahan. Andai waktu bisa diputar ... Nindy tak akan pernah menga